Agrowisata Sondokoro, Tempat Wisata Keluarga Di Karanganyar

By | December 3, 2019

 

Agrowisata Sondokoro

Pabrik Gula (PG) Tasikmadoe terasanya jadi jantung kegiatan masyarakat seputar. Saat “kandungan kemanisan” industri tebu terasanya cukup menghambar, cepatlah ditingkah dengan penganekaragaman usaha. PTPN IX wujudkan Agrowisata Sondokoro berbasiskan industri tebu.

Bermacam wahana wisata bisa di nikmati di lokasi terintegrasi ini. Wahana wisata yang meringkas kegemaran bermacam umur bermacam arah dari nostalgia sampai edukasi. Tiap paket dikemas terpisah hingga pengunjung bisa memilihnya sesuai dengan ketertarikan serta budget.

Jika capek berkeliling-keliling, ada bermacam resto, kolam renang serta homestay. Agrowisata Sondokoro tawarkan manfaatnya jadi fasilitas piknik, edukasi, rileksasi. Edukasi lewat lihat, menggenggam sampai fasilitas audio visual.
Satu diantara andalannya ialah wisata spoor alias sepur/kereta api. Ada 3 jenis spoor yang bertenaga uap dengan pilahan jalan serta waktu perjalanan. Ingin pilih spoor gula dengan waktu tersingkat. Spoor Sakarosa menghantar pengunjung nikmati jalan terowongan sampai area pabrik gula.

Pengunjung bisa nikmati bagaimana glondongan kayu diempan ke perapian di loko paling depan. Daya uap yang dibuat untuk jalankan kereta api ini. Yaah kereta api, kereta yang digerakkan dengan api.

Jalan terpanjang dilewati oleh spoor teboe, melalui perumahan pegawai pabrik, terowongan, area pabrik, miniatur kebun tebu sampai area lori. Lori pengangkut tebu dari tempat petani, masuk pabrik di gerbang timbang.

Gerakan melalui lokasi perumahan dari pegawai, faksi manajemen meneguhkan jika pabrik gula jadi jagoan resapan tenaga kerja. Masih lumayan banyak pegawai tempati rumah dinas. Untuk tingkat pengelola, lumayan banyak rumah dinas besar beraura istimewa yang kosong.
Sensasi kebun tebu di Agrowisata Sondokoro (dok pri)
Sensasi kebun tebu di Agrowisata Sondokoro (dok pri)
Kunjungan di luar musim giling hingga situasi pabrik off, cuma perawatan. Meminta izin petugas, kami masuk ruang pabrik yang termudah dapat dijangkau. Lihat ruang serta jalan gamping pemberi tanda skema karbonatasi yang dipakai di PG ini.

Demikian puluh tahun kemarin tetap rasakan keceriaan jika berpeluang kirim rantang makan siang untuk keluarga yang kerja di pabrik. kunjungan study tur dari sekolah. Nah, jadi kunjungan nostalgia.

Peluang pengunjung memperkenalkan beberapa mesin pada buah hati lewat monumen mesin giling. Peninggalan mesin kuna yang kelihatan masih utuh serta kuat. Mengharap kesadaran bersama dengan baik pengunjung serta pengelola supaya usia buat monumen ini berkepanjangan.

Sudut pandang Berkepanjangan
Pilar keberlanjutan terkait dengan pendekatan 3P yakni people terkait dengan ranah sosial budaya, keuntungan mengacu pada segi ekonomi serta planet yang fokus pada segi lingkungan. Mata rantai pengait di antara kehadiran agrowisata Sondokoro serta industri tebu berkepanjangan dicermati dari ke 3 segi itu.

Segi ekonomi: Industri tebu mengait pada subsistem kebun tebu yang menyertakan beberapa penanam. Tebu bisa menjadi input dalam proses pemrosesan dari mulai giling sampai kristalisasi nira. Pelibatan tenaga kerja yang cukup tinggi jadi penggerak bidang ekonomi.
Tidak pelak efisiensi serta optimalisasi produksi jadi keseimbangan di antara resapan tenaga kerja serta produktivitas tenaga. Hilirnya diinginkan mewujud di tingkat kesejahteraan. Keberlanjutan industri tebu lewat penganekaragaman usaha agrowisata ini mudah-mudahan jadi jembatan pewujud keinginan.

Keberagaman bagian dalam agrowisata Sondokoro sangkanya jadi penguat ekonomi. Terikat kolaborasi antar agrowisata serta industri tebu. Kenikmatan pengunjung jadi daya tarik promo yang melanggengkan bidang ini.

Segi Sosial: keriuhan adat cembengan mendekati pekerjaan giling berjalan semenjak jaman dahulu. Lokasi pabrik gula jadi terbuka buat biasa. Bermacam wahana permainan serta kios jajanan ada. Konon jadi bentuk sukur atas panen tebu serta minta doa restu supaya operasional pabrik lancar.

Industri gula jadi sisi dari komune warga seputar. Keriuhan yang dulu cuma berjalan sekali dalam satu tahun dalam kurun waktu khusus, sekarang diubah. Dengan sosial agrowisata Sondokoro sudah mempunyai akar formatnya. Serta sekarang pengunjung masyarakat seputar meluas sampai radius tidak terbatas.

Penamaan Sondokoro merangkul narasi rakyat di antara Ki Sondo serta Nyi Koro. Bentrokan yang dibuhul dalam kebersatuan. Dirangkumlah nama Sondokoro perekat budaya.

Segi Lingkungan: Untuk nikmati aura manis, kami warga seputar pabrik gula harus juga ikhlas rumah terkena abu serta debu pabrik yang berdesir dari cerobong raksasa. Tentu saja dengan perkembangan filterisasi sekarang ruahan abu/debu dapat didesak.

Industri tebu membuahkan sampah bagas, blotong sampai tetes. Sekarang dengan aplikasi zero waste industry sangkanya tanpa sampah. Tiap hasil samping bisa jadi input buat industri ekologis lanjutannya.
Bagas tidak hanya dipres jadi bahan bakar jadi media buat industri jamur. Blotong gumpalan hasil samping penjernihan nira cukup kaya dengan faktor hara. Jadi pupuk buat tempat bentangan tebu. Belajar kembalikan ke alam untuk jaga kesuburan tanah.

Bermacam industri pengolah tetes seumpama pemrosesan jadi alkohol serta daya terbarukan bioenergi. Beberapa industri penyedap masakan memakai bahan fundamen tetes tebu.

Juga industri pengomposan membutuhkan tetes jadi aktivator. Dari alam kembali pada alam.

Berdasar pelajari mini ini sangkanya terjadi, Agrowisata Sondokoro dalam Sudut pandang Industri Tebu Berkepanjangan.

Beberapa industri tebu lakukan penganekaragaman, seumpama Agrowisata Madukismo di PG Madukismo Yogyakarta. Museum gula di PG Gondang Winangun Klaten. De Tjolomadoe ialah wisata terbaru di PG Colomadu di dekat lapangan terbang A. Sumarmo Surakarta.

Ingin bertandang? Agrowisata Sondokoro yang ada di lokasi PG Tasikmadoe ini ada di kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Cuma beberapa km. di samping Timur kota Surakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *