Keraton kasunanan surakarta, museum wisata solo

By | November 23, 2019

Keraton kasunanan surakarta ialah istana sah Kasunanan Surakarta. Meski begitu Raja Surakarta sekarang tidak mempunyai kekuasaan atas Daerah-daerah yang pernah didudukinya. Seperti dalam Keraton yang berada di Indonesia yang lain saat ini jadi Museum Keraton.

DAERAH ISTIMEWA SURAKARTA

Kekuasaan politik dua kerajaan di Surakarta yaitu Keraton Surakarta Hadiningrat serta Keraton Mangkunegaran dilikuidasi sesudah berdirinya Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sepanjang 10 bulan, Surakarta dengan status jadi wilayah spesial satu tingkat propinsi, yang diketahui jadi Wilayah Spesial Surakarta.

KARESIDENAN SURAKARTA

Seterusnya, sebab berkembang pergerakan antimonarki di Surakarta dan keonaran, penculikan, serta pembunuhan pejabat-pejabat DIS, pada tanggal 16 Juni 1946 pemerintah membuyarkan DIS serta hilangkan kekuasaan raja-raja Kasunanan serta Mangkunegaran. Status Susuhunan Surakarta serta Adipati Mangkunegaran jadi rakyat biasa di warga serta keraton dirubah jadi pusat peningkatan seni serta budaya Jawa.

Selanjutnya Surakarta diputuskan jadi tempat posisi dari residen, yang pimpin Karesidenan Surakarta (Residentie Soerakarta) dengan luas wilayah 5.677 kmĀ². Karesidenan Surakarta terbagi dalam beberapa daerah Kota Praja Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali. Tanggal 16 Juni 1946 diperingati jadi hari jadi Pemerintah Kota Surakarta masa kekinian.

KOTAMADYA SURAKARTA

Sesudah Karesidenan Surakarta dihapus pada tanggal 4 Juli 1950, Surakarta jadi kota dibawah administrasi Propinsi Jawa Tengah. Sejak berlakunya UU Pemerintahan Wilayah yang memberi banyak hak otonomi buat pemerintahan wilayah, Surakarta jadi wilayah dengan status kota otonom.

Meskipun Kasunanan Surakarta itu dengan sah sudah jadi sisi Republik Indonesia semenjak tahun 1945, kompleks bangunan keraton ini masih berperan jadi rumah Sri Sunan serta rumah tangga istananya yang masih jalankan adat kerajaan sampai sekarang. Keraton ini sekarang adalah salah satunya tempat wisata penting di Kota Surakarta. Beberapa kompleks keraton adalah museum yang menaruh beberapa koleksi punya kasunanan, terhitung beberapa pemberian dari raja-raja Eropa, tiruan pusaka keraton, serta gamelan. Dari sisi bangunannya, keraton ini adalah contoh arsitektur istana Jawa tradisionil yang paling baik.

Keraton Surakarta Hadiningrat terdapat di lingkungan Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, di pusat kota Surakarta, Jawa Tengah. Istana alias keraton ini dibangun oleh Sri Susuhunan Pakubuwono II pada tahun 1744 jadi alternatif Keraton Kartasura yang hancur karena Geger Pecinan tahun 1743.

SEJARAH BERDIRINYA KERATON SURAKARTA

Kesultanan Mataram yang kalut karena pemberontakan Trunajaya tahun 1677 ibukotanya oleh Susuhunan Amangkurat II dipindahkan di Kartasura. Pada saat Susuhunan Pakubuwana II menggenggam tampuk pemerintahan, Mataram mendapatkan serangan dari pemberontakan beberapa orang Tionghoa yang mendapatkan suport dari beberapa orang Jawa anti VOC tahun 1742, serta Mataram yang berpusat di Kartasura waktu itu alami keruntuhannya. Kota Kartasura sukses diambil kembali karena pertolongan Adipati Cakraningrat IV, penguasa Madura Barat yang disebut sekutu VOC, tetapi keadaannya telah rusak kronis. Susuhunan Pakubuwana II yang menyingkir ke Ponorogo, selanjutnya putuskan untuk membuat istana baru di Desa Sala jadi ibukota Mataram yang baru.

Bangunan Keraton Kartasura yang telah hancur serta dipandang “tercemar”. Susuhunan Pakubuwana II lalu memerintah Tumenggung Hanggawangsa bersama dengan Tumenggung Mangkuyudha, dan komandan pasukan Belanda, J.A.B. van Hohendorff, untuk cari tempat ibu kota/keraton yang baru. Karena itu dibuatlah keraton baru memiliki jarak 20 km mengarah tenggara dari Kartasura, persisnya di Desa Sala, tidak jauh dari Bengawan Solo.

Untuk pembangunan keraton ini, Susuhunan Pakubuwana II beli tanah seharga selaksa keping emas yang diserahkan kepada akuwu (lurah) Desa Sala yang diketahui jadi Ki Gede Sala. Waktu keraton dibuat, Ki Gede Sala wafat serta disemayamkan di ruang keraton.

Sesudah istana kerajaan usai dibuat, nama Desa Sala selanjutnya dirubah jadi Surakarta Hadiningrat. Istana ini juga jadi saksi bisu penyerahan kedaulatan Kesultanan Mataram oleh Susuhunan Pakubuwana II pada VOC pada tahun 1749. Sesudah Kesepakatan Giyanti tahun 1755, keraton ini selanjutnya jadikan istana sah buat Kasunanan Surakarta.

Kompleks keraton ini dikelilingi dengan Baluwarti, satu dinding pertahanan (benteng) dengan tinggi seputar tiga sampai lima mtr. serta tebal seputar satu mtr. tanpa ada anjungan. Dinding ini melingkungi satu wilayah dengan bentuk persegi panjang. Wilayah itu memiliki ukuran lebar seputar lima ratus mtr. serta panjang seputar tujuh ratus mtr.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *