Museum batik danar hadi, bisa jadi tempat belajar batik di solo

By | November 23, 2019

Museum Batik Danar Hadi di Surakarta bisa penuhi kemauan Anda dengan 1000 koleksi batik yang ada jika anda ingin belajar batik.

Batik sudah jadi jati diri warga Indonesia. Tetapi, menurut riwayat, batik awalannya datang dari tanah Jawa. Bila Anda masih ingin tahu akan riwayat batik di Nusantara, Anda dapat bertandang ke Museum Danar Hadi yang ada di Jalan Brigjend Slamet Riyadi, Laweyan, Surakarta.

Di sini, Anda tidak cuma akan belajar tentang salah satunya budaya Jawa yang telah mendunia, tetapi lihat beberapa koleksi batik sampai lebih dari 1000 type. Serta museum ini sudah memperoleh Rekor MURI jadi museum dengan koleksi batik paling banyak di dunia.

Ialah Haji Santosa Doellah yang bawa kesayangan pada batik terus terpelihara sampai jadi satu museum. Beliau adalah entrepreneur asal Solo pada akhirnya membangun Batik Danar Hadi semenjak tahun 1967.

Santosa sudah menekuni di dunia perbatikan semenjak usia 15 sampai pada akhirnya dapat membangun perusahaan batiknya sendiri saat berusia 26 tahun. Kesayangan pada budaya menggambar di atas kain ini dan prihatin Bapak Santosa pada kurangnya usaha generasi muda untuk terus melestarikan batik pada akhirnya membuat museum ini lahir.

Ada tiga arah yang akan diraih adanya Museum Batik Danar Hadi ini. Salah satunya yakni melestarikan serta meningkatkan seni batik, wisata edukasi, serta meningkatkan tempat wisata di kota Solo jadi kota budaya. Pada tahun 2000, pada akhirnya museum ini berdiri serta diresmikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Republik Indonesia, saat itu.

Waktu akan masuk gedung museum, Anda akan merasakan ada di Solo tempo dahulu. Gedung yang dihuni jadi museum batik ini diketahui bernama Ndalem Wuryaningratan. Awalannya gedung ini adalah rumah dari Pangeran Wuryaningratan, anak dari Susuhan Pakubuwono X. Tetapi, pada tahun 1977, Bapak Santosa beli rumah ini serta mengubahnya jadi museum tanpa ada hilangkan faktor Jawa serta Eropa pada gedung ini.

Waktu masuk gedung museum ini, Anda akan disajikan oleh 11 ruang yang memperlihatkan koleksi-koleksi batik kuno punya Bapak Santosa. Nyatanya museum ini juga mempunyai topik, yakni “Batik Dampak Jaman serta Lingkungan”, yang membagi batik yang berada di museum jadi sembilan type batik. Beberapa jenis itu dibagi jadi Batik Belanda, Batik Cina, Batik Djawa Hokokai, Batik Dampak India, Batik Kraton, Batik Dampak Kraton, Batik Sudagaran serta Batik Petani, Batik Indonesia, dan Batik Danar Hadi.

Sesudah senang lihat macam type batik yang indah serta belajar mengenai sejarahnya, Anda tidak bisa pulang dahulu. Anda dapat juga lihat cara membuat batik dengan catat atau memakai canting. Langkah berikut adalah langkah awal pengerjaan batik yang dipakai sejak dahulu serta harga batiknya cukup fenomenal. Pengunjung dapat juga belajar langkah membuat batik memakai canting serta lilin bersama dengan beberapa pengrajin yang telah pakar.

Batik ialah warisan budaya yang telah di turunkan oleh nenek moyang kita. Walau budaya ini telah disadari oleh dunia, hal itu tidak bisa membuat kita berhenti untuk terus melestarikan batik. Jaga keberadaan batik dapat menumbuhkan kebanggaan kita jadi orang Indonesia dengan budayanya yang indah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *