Museum purbakala sangiran

By | November 23, 2019

Museum Purbakala Sangiran adalah museum arkeologi yang terdapat di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Museum ini dibangun bersisihan dengan situs penggalian fosil purbakala Sangiran yang sudah diputuskan jadi Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1996. Situs Sangiran mempunyai luas sampai 56 kmĀ² yang mencakup daerah Gemolong, Plupuh, serta Kalijambe di Sragen dan Gondangrejo di Karanganyar.

Museum Purbakala Sangiran dan situs arkeologinya tidak hanya jadi tujuan wisata edukasi yang menarik adalah ruang riset mengenai kehidupan pra riwayat yang sangat penting serta terlengkap di Asia, serta dunia. Museum ini menaruh info komplet mengenai skema kehidupan manusia pra riwayat di Jawa yang sudah memberi banyak sumbangsih bagi perubahan pengetahuan Antropologi, Arkeologi, Geologi, serta Paleoanthropologi.

Situs Sangiran terdapat di Kubah Sangiran sebagai sisi dari stres Solo di bawah kaki Gunung Lawu. Lebih menariknya diketemukan jejak peninggalan purbakala yang berumur 2 juta sampai 200.000 tahun kemarin. Berdasar beberapa temuan ini, beberapa pakar bisa menyusun satu benang merah riwayat yang pernah berlangsung di Situs Sangiran dengan terinci.

Museum ini tidak cuma menaruh beberapa fosil-fosil makhluk pra riwayat, tetapi alat batu yang dipakai untuk bertahan hidup di alam. Di bawah ini ialah beberapa koleksi yang berada di dalam Museum.

1. Fosil Manusia Purba
Beberapa fosil manusia purba yang tersimpan di Museum salah satunya ialah Australopithecus africanus, Pithecanthropus mojoketensis (Phitecanthropus robustus), Meganthropus palaeojavanicus, Pithecantropus erectus, Homo soloensis, Homo neanderthal Eropa, Homo neanderthal Asia, serta Homo sapiens.

2. Fosil Mamalia
Bebagai fosil mamalia yang diketemukan di lokasi Museum Purbakala Sangiran salah satunya ialah gajah purba seperti Elephas namadicus, Stegodon trigonocephalus, serta Mastodon sp. Ada fosil dari Bubalus palaeokarabau (kerbau), Felis palaeojavanica (kucing), Sus sp. (babi), Rhinoceros sondaicus (badak), Familia Bovidae (sapi), serta Cervus sp. (rusa).

3. Fosil Binatang Air
Beberapa fosil binatang air yang diketemukan di Situs Sangiran salah satunya ialah Crocodilus sp. (buaya), Hippopotamus sp. (kuda nil), Chelonia sp. (kura-kura), ikan serta kepiting, gigi ikan hiu, mollusca (Pelecypoda serta Gastropoda), dan foraminifera.

4. Beberapa alat Batu
Beberapa alat batu yang dipakai untuk memberi dukungan kehidupan manusia purba yang diketemukan salah satunya ialah serpih, bilan, serut, gurdi, kapak persegi, bola batu, serta kapak perimbas-penetak.

5. Batuan
Beberapa batu-batuan langka yang diketemukan di Situs Sangiran ikut dipamerkan di Museum Purbakala Sangiran. Beberapa salah satunya ialah meteorit atau taktit, diatome, kalesdone, ametis, serta agate.

Sebab lokasi Situs Sangiran yang benar-benar luas karena itu tidak hanya Museum Purbakala Sangiran dibuat empat klaster museum yang lain yakni Museum Sangiran Klaster Ngebung, Museum Sangiran Klaster Dayu, Museum Sangiran Klaster Bukuran, serta Museum Sangiran Klaster Krikilan. Di antara Museum Purbakala Sangiran serta Museum Sangiran Kalster mempunyai jarak tidak demikian jauh. Aksesnya juga lumayan memadai sebab disepanjang jalan telah ada rambu-rambu penunjuk jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *