Rowo Jombor Klaten, Warung Apung Yang Penuh Daya Tarik

By | December 2, 2019

Rowo Jombor Klaten, Warung Apung Dengan Daya Tarik Yang Menarik

Rowo Jombor Klaten – Referensi obyek wisata seterusnya yang memiliki bagian riwayat yakni Rowo Jombor Klaten. Tempat ini tawarkan wisata air dengan panorama yang demikian indah hingga sering orang berkunjung ke wisata ini sambil makan serta lihat sunset atau sunrise. Di balik keindahannya nyatanya Rowo ini cukup memiliki cerita waktu penjajahan yang lalu.

Asal Saran Rowo Jombor Klaten
Seperti nama yang disanjungnya Rowo Jombor datang dari dua kata yakni Rowo bermakna wilayah yang tetap digenangi air serta Jombor mempunyai arti tempat ini terdapat di wilayah Jombor yang sekarang telah bertukar nama desa jadi Rakitan. Bila melihat historis dahulu, tempat ini ada di dataran rendah serta cekung sekaligus juga dikelilingi oleh pegunungan hingga setiap saat musim hujan atau musim kemarau tetap digenangi air.

Kubangan air Rowo Jombor makin meninggi bila musim hujan sebab 2 sungai di samping barat laut yakni Sungai Dengkeng serta Kali Ujung membludak serta luapan itu ke arah wilayah ini. Luapan air membuat rawa ini makin melebar, rumah-rumah masyarakat harus terbenang air. Serta sawah yang ada di Rowo Jombor harus dipindahkan.

Awal riwayat Rowo Jombor berlangsung pada tahun 1901 dimana Sinuwun Paku Buwono X bekerja bersama dengan Pemerintahan Belanda membangun pabrik gula Manisharjo, Pedan, Klaten. Pengerjaan pabrik gula itu pasti membuat tempat ditanami oleh tebu. Untuk kelangsungan produksi gula, diperlukan banyak tanaman tebu hingga bertambahlah juga keperluan air. Sinuwun Paku Buwono serta pemerintah Belanda merencanakan membuat aliran irigasi ke arah ke perkebunan tebu itu.

Pada tahun 1917 aliran irigasi mulai dibikin dengan membuat terowongan selama 1 KM yang menerobos pegunungan serta talang air kali Dengker. Konon tuturnya terowongan ini jadi legenda pesugihan bulus Rowo yang mana ada penunggu menyeramkan. Karena itu 4 tahun selanjutnya, pas pada tahun 1921 aliran irigasi sudah usai dibikin serta tiap tahunnya Sinuwun Paku Buwono X meluangkan diri untuk berkunjung ke Rowo Jombor untuk nikmati panorama di atas perahu.

Keadaan kurang baik menerpa Pemerintah Belanda dengan bangkrutnya pabrik gula saat penjajah Jepang masuk lokasi itu. Dari insiden ini karena itu wilayah rowo ini dibongkar jadi waduk. Di seputar rowo dibuatlah satu tanggul oleh pemerintah Jepang pada tahun 1943-1944. Pengerjaan rowo ini tidak segan-segan dengan manfaatkan kerja paksa atau yang biasa disebutkan dengan romusha. Pengerjaan tanggul mengubah luas tempat yang sebelumnya 500 hektar jadi 180 hektar dengan lebar tanggul 5 m.

Walau penjajahan Jepang sudah selesai, Rowo Jombor Klaten masih digunakan jadi waduk. Pemerintah Klaten pada tahun 1956 menambahi bangunan dengan membuat tempat peristirahatan buat pengunjung serta memutuskan wilayah ini jadi obyek wisata. Waduk itu diperbaiki sesudah orde baru pada tahun 1967-1968 yang manfaatkan tahanan politik. Perbaikan itu yakni memperlebar tanggul yang sebelumnya 5 m jadi 12 m. Perluasan ini usai cukup cepat cuma memerlukan waktu 7 bulan dengan tenaga kerja 1.700 0rang.

Kekhasan Wisata Rowo Jombor Klaten
Satu diantara sebagai daya tari dari obyek wisata ini ialah kehadiran warung apung serta swalayan terbarunya yang sediakan beberapa jenis olahan makanan. Untuk dapat berkunjung ke di beberapa puluh warung karena itu harus naik perahu spesial yang ditarik oleh petugas. Ada di atas perahu itu saja telah menyenangkan ditambah dengan berkunjung ke warung apung itu. drum serta bambu adalah bahan penting dalam pengerjaan warung hingga dapat mengapung di seputar ruang rawa.

Warung apung itu umumnya tawarkan menu seperti ikan tawar salah satunya ikan nila, gurami, lele, dll. Olahan makanan itu beragam yakni dibakar, digoreng, atau langkah yang lain. Diluar itu, warung apung sediakan ruang pemancingan. Tempat yang pas buat yang hoby memancing.

Untuk memancingnya memang gratis tetapi bila memperoleh ikan serta ingin membawanya pulang karena itu harus membayarnya sebab ikan itu adalah ternakan dari pemilik warung. Bila ingin mendapatkan ikan gratis karena itu semestinya memancing di tepi rawa lepas dari terlepas ruang warung apung.

Baca juga : Hutan Pinus Pengger, tangan raksasa di tengah hutan pinus

Info Letak serta harga Ticket Masuk Rowo Jombor Klaten
Obyek wisata ini terdapat di wilayah Dukuh Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten Regency Central Java, Jawa Tengah. Tiap pengunjung yang ingin nikmati panorama sekaligus juga warung apungnya cukup keluarkan 5000/orang. Wisata Rowo Jombor mulai dibuka pada jam 09.00 serta ditutup jam 21.00.

Untuk rute ke arah Rowo Jombor dapat lewat dua jalan yaitu jalan timur : dari Kota Klaten ke arah Stasiun Klaten selanjutnya By pass terus selanjutnya belok kanan/ mengarah selatan ke arah terminal Klaten baru sampai ke kelurahan Buntalan terus sampai desa Jimpung serta selesai di Rowo Jombor.

Bila memakai jalan barat ke Rowo Jombor Klaten dapat diawali dari kota Klaten ke arah pertigaan Bendogantungan, desa Sumberejo lalu berbelok mengarah kiri atau selatan ke desa Denguran selanjutnya melalui desa Glodongan ke arah desa Jimbung serta sampailah dalam tempat arah yakni Rowo Jombor.

Mudah-mudahan info tentang Rowo Jombor di kabupaten Klaten Jawa Tengah ini dapat berguna untuk seluruh pembaca semua. Junjung kami terus dapat aktif menyampaikan kabar dunia wisata Indonesia dengan turut bagikan tulisan ini ke media sosial yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *